Sukses Gelar Chapter I, Scribe Bridge International Kembali Hadir dengan Misi Memperkuat Diplomasi Literasi di Malaysia

Mengusung tema “Merajut Cerita, Menyambung Masa Depan”, Scribe Bridge International Chapter #2 akan membawa 13 delegasi Indonesia ke Kuala Lumpur untuk mengikuti pelatihan, kunjungan diplomatik, serta penguatan jejaring literasi lintas negara.

Keberhasilan penyelenggaraan Scribe Bridge International (SBI) Chapter #1 menjadi langkah awal lahirnya sebuah gerakan literasi yang melampaui batas negara. Kini, program tersebut kembali hadir melalui Scribe Bridge International Chapter #2, yang akan diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 25–28 Juni 2026.


Diselenggarakan oleh Penerbit Yayasan Kampoeng Serdang Beradat, SBI Chapter #2 mengusung tema “Merajut Cerita, Menyambung Masa Depan” dengan tagline “Satu Pena, Satu Jiwa, Satu Visi”. Program ini dirancang sebagai ruang belajar internasional bagi penulis dan calon penulis Indonesia untuk memperkuat kapasitas kepenulisan, memahami diplomasi budaya, serta membangun jejaring dengan berbagai institusi di luar negeri.

Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Chapter #2 memberikan penekanan lebih kuat pada hubungan antara literasi, seni, dan diplomasi budaya. Selama empat hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti pelatihan, diskusi literasi, writing session, observasi budaya, hingga kunjungan ke dua institusi penting di Malaysia, yakni Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. Kunjungan tersebut menjadi ruang belajar bagi peserta untuk memahami bagaimana literasi dapat berperan dalam membangun hubungan antarbangsa sekaligus memperkaya perspektif kreatif mereka.

Lebih dari sekadar mengikuti rangkaian kegiatan, peserta juga didorong untuk mendokumentasikan setiap pengalaman menjadi catatan perjalanan, esai reflektif, maupun karya tulis yang lahir dari interaksi langsung dengan lingkungan sosial dan budaya di Kuala Lumpur. Pendekatan ini menjadikan proses belajar tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi berlanjut melalui praktik observasi, refleksi, dan penciptaan karya berbasis pengalaman nyata.

Program ini akan diikuti oleh 13 delegasi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka datang dari latar belakang yang beragam, mulai dari penulis, calon penulis, pendidik, peneliti, profesional, hingga pegiat literasi. Keberagaman tersebut diharapkan mampu melahirkan pertukaran gagasan yang lebih kaya serta memperkuat kolaborasi dalam pengembangan literasi Indonesia di tingkat internasional.

Bagi Penerbit Yayasan Kampoeng Serdang Beradat, Scribe Bridge International bukan hanya program perjalanan luar negeri. Lebih dari itu, SBI merupakan investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem literasi Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global. Setiap delegasi diharapkan kembali ke tanah air tidak hanya membawa pengalaman, tetapi juga menghasilkan karya yang mampu menjadi medium diplomasi budaya Indonesia kepada dunia.

Melalui penyelenggaraan Chapter #2, Penerbit Yayasan Kampoeng Serdang Beradat kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang belajar yang relevan dengan perkembangan zaman. Ketika dunia semakin terhubung, kemampuan menulis, memahami budaya, dan membangun jejaring internasional menjadi bekal penting bagi lahirnya generasi penulis Indonesia yang berwawasan global sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai budaya bangsa.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *