Penerbit Yayasan Kampoeng Serdang Beradat Siapkan Scribe Bridge International Chapter I, Bawa Penulis Muda Indonesia Belajar Lintas Negara

Selama empat hari, lima penulis muda Indonesia akan mengikuti residensi literasi di Malaysia dan Thailand. Melalui kunjungan diplomatik, eksplorasi budaya, dan pengalaman lintas negara, mereka diajak melihat bahwa menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan membangun jembatan yang menghubungkan manusia, budaya, dan masa depan.

Ada kalanya sebuah perjalanan tidak hanya membawa seseorang berpindah tempat, tetapi juga mengubah cara pandangnya terhadap dunia. Semangat itulah yang ingin dihadirkan melalui Scribe Bridge International (SBI) Chapter I, sebuah program residensi penulis yang digagas oleh Yayasan Kampoeng Serdang Beradat.

Pada 23–26 Oktober 2025, lima penulis dan calon penulis muda Indonesia akan memulai perjalanan menuju Malaysia dan Thailand. Bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan pengalaman belajar yang memadukan literasi, diplomasi budaya, dan jejaring internasional dalam satu rangkaian kegiatan.

Yayasan Kampoeng Serdang Beradat selama ini dikenal sebagai organisasi nirlaba yang bergerak di bidang literasi, budaya, dan pendidikan. Melalui Scribe Bridge International, yayasan ingin menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan menulis sekaligus memperluas wawasan global tanpa meninggalkan identitas budaya Indonesia.

Nama Scribe Bridge International sendiri mencerminkan harapan besar program ini: menjadikan tulisan sebagai jembatan yang menghubungkan beragam budaya, gagasan, dan pengalaman dari berbagai negara. Peserta tidak hanya akan mengasah keterampilan menulis melalui pengalaman langsung, tetapi juga membangun jejaring yang berpotensi membuka kolaborasi di masa mendatang.

Perjalanan akan diawali dari Medan menuju Penang, Malaysia. Setibanya di sana, peserta dijadwalkan mengunjungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Penang sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Songkhla, Thailand. Agenda berikutnya menghadirkan pengalaman yang beragam, mulai dari kunjungan ke Konsulat Republik Indonesia (KRI) Songkhla, Songkhla National Museum, Thailand Government Public Library, hingga berbagai ruang publik dan kawasan budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Thailand, peserta akan kembali ke Malaysia untuk mengeksplorasi George Town dan Penang Hill. Dua destinasi ini dipilih bukan hanya karena daya tarik wisatanya, tetapi juga karena nilai sejarah dan budayanya yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi para penulis dalam melihat keberagaman kawasan Asia Tenggara dari sudut pandang yang lebih luas.

Yang menarik, program ini hanya melibatkan lima peserta terpilih. Mereka berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari pelajar, mahasiswa, pendidik, hingga profesional. Keberagaman tersebut diharapkan melahirkan diskusi yang kaya, pertukaran gagasan yang dinamis, serta kolaborasi yang terus berlanjut bahkan setelah program berakhir.

Lebih dari sekadar program residensi, Scribe Bridge International merupakan upaya untuk membentuk generasi penulis yang memiliki perspektif global sekaligus tetap berakar pada budaya Indonesia. Di tengah dunia yang semakin terhubung, kemampuan memahami budaya lain, membangun jejaring internasional, dan menyampaikan gagasan melalui tulisan menjadi bekal penting bagi lahirnya karya-karya yang mampu menjangkau pembaca lintas negara.

Melalui penyelenggaraan Chapter I, Yayasan Kampoeng Serdang Beradat berharap program ini menjadi awal dari lahirnya lebih banyak kolaborasi literasi internasional. Sebab, ketika sebuah tulisan mampu melintasi batas negara, ia tidak hanya membawa cerita, tetapi juga memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *